Categories: ,

//

Kompresi 13,5:1. Perbandingan ini yang dianggap paling enak untuk rolling speed. Tenaga terus mendorong dari bawah sampe atas luncuran motor. Juga konsisten . Tempratur dapur pacu stabil sampai finish. Ini adalah rumus pemampatan bermain di sirkuit permanen kecil untuk matik Honda BeAT. Di sirkuit Park Kenjeran, Jawa Timur,kampiun di Matik 115 cc Open. Itu di event Honda Racing Championship (HRC) 2009. Selanjutnya, berlanjut di MotoPrix Region 2 di Sirkuit Gokart Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Sentul kecil dan Kenjeran, memang gak beda jauh. Basis sirkuit ini, aslinya untuk gokart. “Sebenarnya mesin biasa-biasa saja. Tapi, setingan kompresi enak untuk roling speed. Stabil,”

Klep standar. Hanya, pegas klep diganti Honda Sonic, lebih keras. Per klep Sonic memang sesuai setelan kompresi. Gejala tenaga mengayun, bisa dihindari. Justru menambah power terus berisi sampai gasingan tertinggi. Proses buka-tutup klep sesuai putaran mesin.

Walau, kinerja klep diatur poros bubungan standar dibubut. “Iya, benjolan in dan ex, kurang-lebih dibubut 1,5 mm,”
Meski pemapasan kem sama, durasinya beda. Itu sesuai speksifikasi kem bawaan pabrik. Khususnya antara bubungan klep masuk dan buang. Sayang, tidak menghitung berapa pastinya durasi kem setelah dipapas.
Letupan mesin kuat. Rpm bisa diangka 12.500. Mengandalkan CDI BRT i-Max 20 step. Timing tertinggi di patok di 36,5º pada rpm 9.000. Sedang limiter diset pada 2.500 rpm. “Kalau sentuh angka 12.000 rpm, timing bisa turun ke 35º,” .

Kompresi melejit, dilarang bakai bahan bakar irit. Maaf, ini bukan lagi matik yang dipakai buat ke pasar. Tapi, sudah diadu di sirkuit. Makanya, asupan bahan bakar harus deras.

Untuk memenuhi regulasi di setiap event, karburator di Kenjeran diperbolehkan Keihin Sudco. Di Sentul, karbu mesti standar. Gitu juga knalpot yang wajib asli.

Tenaga menggebu disalurkan dengan CVT akal-akalan. Perbandingan roller yang dipakai di Sentul tetap asli milik BeAT, yaitu 10 gram. “Cuma di Kenjeran, roller memakai 7 gram,”

Mantap kompresinya!

DATA MODIFIKASI

Ban : FDR 90/80-14
Pilotjet : 42
Mainjet : 110
Knalpot : Custom
Sok belakang : YSS

ganti Koil, membuat pengapian motor anda besar dan merata,
tetapi mempunyai power yang besar sehingga tarikan motor anda lebih mantap.
Pembakaran yang merata dan sempurna, membantu mengirit bbm dan kerja mesin jadi maksimal
ganti roler juga kalo perlu
tapi sesuaikan dengan kebutuhan untuk track jauh atau track dekat

caranya, ganti final drive anda dengan yang sedikit lebih berat. apabila mesin anda masih sanggup membawa motor menembus hambatan angin dan beban pengemdi, maka topspeed akan perlahan meningkat meski tidak signifikan. Roller CVT dan per CVT hanya merubah karakter akselerasi.. .

Paling gampang c pake karbu FU atau King…

Aplikasi korek mesin bukan hanya berujung pada penggunaan motor di lintasan balap a.k.a Circuit, juga ga harus bikin motor wajib ngandang di bengkel mulu karena emang udah ga bisa dipake harian, dan terus menerus di riset untuk perkembangan dan maintenance. Yang satu ini korek mesin untuk Jupiter Z dipake ngampus oleh sang empunya.
Pinky Jupie...Pinky Jupie…

Korek harian bisa saja  dibatasi oleh rasio kompresi dan bahan-bakar yang akan dipakai, karena pilihan di pompa bensin cuma ada premium untuk kompresi 9 : 1 hingga pertamax plus yang kuat menahan kompresi 11:1, tapi untuk part lain bebas dan tidak ada aturan mau seberapa ekstreme hehehehee…

Piston KAZEPiston KAZE

Seperti yamaha jupiter z yang satu ini, modif pertama yang disasar adalah meningkatkan kapasitas mesin dari 110cc menjadi 129cc yang ditempuh dengan cara menebus piston Kawasaki Kaze oversize 1.75. Agar masih dapat digunakan sehari-hari maka liner bawaan pabrik pun dilengserkan dan diganti dengan boring milik Kawasaki Kaze, hanya saja panjangnya perlu disesuaikan dengan milik Jupiter Z.

Kelar menata rasio kompresi, maka selanjutnya menyasar pada diameter porting intake yang reamer sebesar 22mm agar mampu diajak berlari penuh tenaga di putaran mesin 10,000 RPM. Noken As pun tak luput menjadi sasaran modifikasi, dijadikanlah noken as racing jupiter z dengan durasi ditentukan 282 derajat dengan lift 8.1mm untuk intake dan 7.9mm untuk exhaust.

Noken As papasanNoken As papasan

Knalpot menebus punya bang Asep Hendro dari AHRS Factory tipe lama, CDI cukup mengandalkan CDI Digital Varro. Sebagai pengunci ubahan modifikasi dipilihlah karburator KOSO 28mm untuk mendampingi keseharian kuliah. Kalau diselah, duh bunyinya bikin ribut satu kampung huekkehheueukeek… :)

Knalpot Asep euuyyy..Knalpot Asep euuyyy..

Sebagai pendukung penampilan cover body dilengserkan dan diganti labur warna pink -kesannya Gay banget ya hehehehheh sorry bro no offense- katanya biar keliatan centil motornya tapi begitu di gas Garang! Yaaahhh… mirip si Susy yang imut dan centil tapi kalo lagi marah bisa jadi Susilo! Huakakakakakak

Pokoknya tetap sehat tetap semangat biar bisa Gas Polll…!!!

Spesifikasi teknis : Porting inlet 22 mm , porting exhaust 20mm, Piston Kawasaki Kaze, Klep inlet dan exhaust Honda Legenda, Camshaft Vega papasan, Rocker arm Vega Lama, Pir Klep Suzuki Shogun, knalpot AHRS dimodif ulang, kampas kopling Honda Grand, pir kopling Yamaha RX-King.

R.A.T MOTORSPORT

.: house of performance :.

Tropodo Indah Blok N no26-28

Waru – Sidoarjo

085645577007

mail us : dragswega201@yahoo.com

be friend of us at facebook : swega rat, indra matamera, wawan rat

Alhamdulillah… akhirnya ada kesempatan untuk mengembangkan ilmu yang selama ini kita pendam hehehe…

Walaupun kita emang bukan bengkel balap terkenal, juga bukan speed shop yang kweren abiss… syukur ada orang gila balap yang percaya dengan tampang kita yang katrok-katrok dan cupu2 ini hihihihih… :) Mana bengkel kita ndeso abis deh… di kampung nyempil di antara perumahan, hehehehe.. cukup2 curhatnya..

Our project yang bikin kita really-really horny Nowadays is the Yamaha Engine Jupiter Z, order mesin drag race kali ini special banget, dengan budget under 2.5juta gimana caranya bikin motor kenceng… Hmm Gimana ya??

Pertama kita tebus adalah Piston tiger Oversize Nol dengan Diameter 63.5. Bagaimana ruang bakarnya ya… Emmpphh.. Hitung-menghitung akhirnya kita putuskan diameter intake kita porting selebar 22mm karena disini kita akan main di RPM 10.000, dapetlah hitungan Klep Intake 25mm. Comot dari pabrikan tetangga berlabel “S” maka sekalian dibenamkan klep Ex-nya ke cylinder head.

Klep In 25mm - Ex 23mmKlep In 25mm – Ex 23mm

Akhirnya pesanan liner honda Tiger sudah datang, maka kita kirim blok ke tukang bubut untuk di overbore…

sp_a2121PISTON TIGER 63.5mm

Satu hal yang sedang kita riset pada motor ini adalah High Velocity Porting… Hmm… Seperti apa? Ini adalah teknik meningkatkan aliran udara pada ruang pemasukan bahan bakar, agar saat Putaran Mesin menjadi super cepat dan waktu buka-tutup klep semakin singkat, campuran udara-bahan bakar dapat menerobos masuk ke dalam silinder.

Pengerjaanx adalah dengan menambal lubang porting dengan epoxy, menggesernya sekitar 1mm untuk mendapat aliran udara yang lebih tinggi serta ditengah jalur pemasukan kita buatkan rongga untuk waiting zone… Idealnya power akan tersimpan di putaran bawah-menengah kemudian dihempaskan habis di Putaran Atas.

Porting Intake

porting Intake

Hmm.. masih banyak part yang menunggu untuk diaplikasikan, pesanan gearbox super close juga masih 2 minggu lagi baru datang.. Akhirnya kita adjust camshaft original yang kita gerinda hingga 3.5mm hingga bentuknya kurus banget hehehe, kaya kurang gizi.

Noken Asli DipapasNoken Asli Dipapas

Papas 3 mm

Knalpot kita memakai AHAU motor yang emang udah terkenal jagonya bikin knalpot performa tinggi, tapi nggak menutup kemungkinan jika emang brother sekalian mau pesen knalpot custom made in R.A.T kita bisa hitungin dan buatkan special order dengan harga yang lebih murah tentunya. Hanya saja memang kita tidak bisa memproduksi tampilan yang bagus dan meyakinkan, label yang keren ataupun bahan pipa stainless karena custom knalpot kita emang lebih kepada performa bukan penampilan… Yah namanya juga lagi belajar bikin knalpot custom heheheh..

Knalpot AHAU
Knalpot AHAU

Knalpot R.A.T & AHAUKnalpot R.A.T & AHAU

Tetap Sehat- Tetap Semangat – supaya kita bisa terus modifikasi mesin motor kencang….

GAS POLLL…!!!

Karburator Satria F150: Dari 12,5 Ganti jadi 15-17,5

ini tips yang dikumpulkan dari S2W dan SSFC juga sumber-sumber lain (M+, Otomotif, Oto+ dll) khusus bagi pemilik FU. mudah-mudahan tips ini dapat bermanfaat.

Penyemplak Suzuki Satria F 150 banyak ngalami gejala mbrebet di putaran bawah. Bahkan nggak sedikit yang sampai ditembak knalpot motor sendiri begitu lepas gas. Duarrr!

ini sering terjadi terutama bagi motor fu yang memang masih baru keluar dari pabrik.. sebenarnya tips ini sudah banyak yang menerapkan, karena memang sudah tidak asing lagi khususnya bagi penyemplak si-FU… tapi ga apa-apa lah…

ketika pertama dicermati Satria 4-tak 150 cc ini memang andalkan pilot-jet 12,5 dengan setelan air screw ½ putaran. Walah, kecil sekale. Mungkin biar irit bensin kali yee meski ujung-ujungnya gas nggak sip dibejek.

Sumantri dari Chips Motor mengiyakan. “Jangan lupa diteruskan mengatur ulang setelan udara setelah ganti pilot-jet, ujar pedege mangkal di Pos Pengumben Raya No. 33C, Jakarta Barat.

Pilihannya buanyak, kok. Kitaco boleh, Daytona oke, orisinal apalagi. “Buat kota dingin seperti Bandung, cukup pakai nomer 15 atau kepunyaan Jupiter standar. Kalau di Jakarta, ideal pakai jadi 17,5 atau bawaan Shogun lama,” tandas Mantri yang asal Salatiga itu.

GANTI DAN PASANG SENDIRI
Kalau sudah dapat, buru bongkar cover mesin bebek DOHC ini. Lanjut copot karet boks filter dengan membuka klem pengikat pakai obeng plus. Kemudian tarik slang bensin, membran bensin dan pernapasan mesin.

Ambil lagi obeng plus untuk kendurkan klem karet intake dari bawah. Tarik karbu nggak perlu sampai lepas kabel choke dan gas. Langsung deh buka mangkuk karbu. Angkat pilot-jet lama dan pasang spuyer baru pakai obeng min (gbr. 1). Beres itu, bisa langsung pasang kembali.

Lanjut setel ulang air screw. Tujuannya biar suplai udara seimbang sama guyuran bensin. “Kalau standar cuma ½ putaran berlawanan jarum jam. Pakai pilot-jet 15 naik jadi ¾. Sementara 17,5 pas di 1 putaran (gbr. 2), beber Mantri yang pelopori bikin klub Satria F 150 dan Raider itu.

Sumber: Tabloid Motorplus

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!